Minggu, 24 November 2013

Absensi Sidik Jari



Absensi Sidik Jari
Penggunaan teknologi di bidang absensi maupun sistem keamanan semakin meningkat dewasa ini. Hal ini dikarenakan efisiensi, efektifitas, dan skalabilitas teknologi jauh lebih tinggi dibanding sistem manual. Salah satu teknologi absensi yang handal dan populer adalah sistem absensi berbasis sidik jari (fingerprint). Sistem sidik jari lebih baik dibanding sistem kartu, baik kartu yang lebih kuno (punch card) ataupun kartu modern (proximity card). Sistem kartu lebih mudahdimanipulasi karena kartu yang dipakai tidak benar-benar mewakili identitas pemiliknya. Kartu bisa dibawa oleh siapa saja yang bukan pemiliknya.
Sedangkan sidik jari benar-benar dapat mewakili pemiliknya karena melekat pada si pemilik dan sulit dimanipulasi. Seperti kita ketahui, sidik jari telah menjadi tanda pengenal yang paling populer dan handal dalam dunia keamanan selama puluhan tahun. Bahkan dibanding sistem pengenal lain yang lebih kompleks, seperti retina mata, telapan tangan, atau sistem pengenal suara (voice recognizing), sistem sidik jari tetap jauh lebih ekonomis.
Sistem pengenal retina memang lebih akurat untuk tujuan-tujuan khusus,namun biaya implementasinya juga lebih besar. Disamping itu, dalam prakteknya sehari-hari sistem retina tidak praktis. Dengan demikian, sistem sidik jari menjadi pilihan yang paling tepat.
v  Berikut diuraikan manfaat dan keunggulan dari penggunaan sistem absensi
sidik jari ini diantaranya:
(a) Elegan, merupakan sistem absensi yang elegan dan praktis dibanding sistem manual, yang meminimalkan peran manusia, sehingga menghindarkan human error.
(b) Akurat, sidik jari adalah tanda pengenal yang akurat, yang telah digunakan selama puluhan tahun. Sistem pengenal sidik jari memiliki akurasi yang tinggi dibanding pengenal lainnya, misalnya telapak tangan (palm system), atau pengenal suara (voice recognizing).
(c) Securitas Tinggi, dibanding sistem kartu, baik yang kuno (punch card) dan yang modern (proximity card), sistem sidik jari memiliki resiko paling kecil untuk dimanipulasi. Hal ini karena sidik jari benar-benar mewakili identitas pemiliknya. Sedangkan sistem kartu mudah dimanipulasi karena sifat kartu yang bisa dibawa oleh orang yang tidak berhak.
(d) Ekonomis, sistem sidik jari jauh lebih ekonomis dibanding sistem pengenal lainnya seperti pengenal retina, telapak tangan, ataupun sistem pengenal suara.
(e) Skalabilitas Tinggi, satu perangkat absensi ini memiliki penyimpan data internal (built in) yang dapat menampung ribuan record (log transaksi) dan penggguna(sidik jari). Dalam artian tanpa bantuan komputer, sistem itu sendiri mampu menyimpan data yang lumayan besar. Selain itu, mesin absensi ini dapat bersifat multi sistem, dimana beberapa mesin absensi dapat dipasang secara bersamaan untuk menangani ruangan yang berbeda. Dengan demikian, kapasitasnya akan semakin besar.
(f) Terintegrasi dengan Sistem Perangkat Lunak, sistem absensi sidik jari memiliki perangkat lunak bawaan (built in) yang berfungsi untuk mengatur koneksi jaringan antara basis data dengan media penyimpan internal mesin, mengupload data pengguna ke mesin absensi, mendownload data absensi dari mesin ke komputer, mengolah data, dan mencetak laporan. Efektivitas Waktu, perubahan pertama ketika perusahaan anda menggunakan absensi sidik jari. Karyawan atau pengguna akan datang lebih tepat waktu beda dengan hari sebelum menggunakan absensi sidik jari. Dalam penggunaan absensi lebih cepat dari pada amano, barcode apalagi tanda tangan manual. Absensi sidik jari pada umumnya mempunyai kecepatan pambacaan <= 0.5 detik. Absensi sidik jari mempunyai tingkat akurasi yang tinggi. Dalam pendataan dapat terpusat dalam satu database. Dengan mesin absensi sidik jari data dapat terpusat walau diluar kota tanpa menunggu terlalu lama karena dalam pembuatan laporan kita tidak perlu repot merekap manual satu persatu. Dengan faktor ini kita bisa meningkatkan produktifitas berdasarkan kedisiplinan.
v  Kekurangan Absensi Sidik Jari
Sensor sidik jari tidak bisa mengenali jari yang basah. Untuk karyawan yang tangannya sering berkeringat,akan sedikit kesulitan saat absensi. Umumnya dengan membersihkan jari, sudah cukup mengatasi masalah ini. Saat jari basah discan, maka bercak air akan menganggu pola sidik jari sehingga tidak bisa dikenali pola sidik jari tersebut.
Tehnik pembacaan sidik jari
Scanning sidik jari dilakukan dengan alat elektronik (dalam hal ini mesin absensi sidik jari). Hasil scanning lalu disimpan dalam format digital pada saat registrasi atau enrollment atau pendaftaran sidik jari. Setelah itu, rekaman sidik jari tersebut diproses dan dibuatkan daftar pola fitur sidik jari yang unik. Pola fitur sidik jari yang unik tersebut kemudian disimpan dalam memory atau database. Pola sidik jari yang unik ini disebut dengan istilah minutiae. Pada saat identifikasi, pola minutiae tersebut kemudian dicocokkan dengan hasil scan sidik jari.
Alat absensi sidik jari maupun sensor sidik jari yang digunakan untuk keperluan lain seperti akses kontrol mempunyai beberapa tehnik pembacaan sidik jari. Tehnik pembacaan sidik jari oleh mesin absensi sidik jari tersebut antara lain :

1. Optis
Dengan tehnik ini, pola sidik jari direkam atau discan dengan menggunakan cahaya. Alat perekam (fingerprint scanner) yang digunakan adalah berupa kamera digital. Tempat untuk meletakkan ujung jari disebut permukaan sentuh (scan area). Di bawah scan area, terdapat lampu atau pemancar cahaya yang menerangi permukaan ujung jari. Hasil pantulan cahaya dari ujung jari ditangkap oleh alat penerima yang selanjutnya menyimpan gambar sidik jari tersebut ke dalam memori.
Kelemahan metode ini adalah hasil scanning sangat tergantung dari kualitas sidik jari. Jika kualitas sidik jari miskin (poor) atau luka, maka kualitas hasil pembacaan akan tidak bagus. Kelemahan lain adalah tehnik ini bisa diakali dengan jari palsu. Tapi tehnik ini mempunyai keuntungan mudah dilakukan dan tidak membutuhkan biaya yang mahal.
2.  Ultra Sonik
Tehnik ini hamper sama dengan tehnik yang digunakan dalam dunia kedokteran. Dalam tehnik ini, digunakan suara berfrekuensi sangat tinggi untuk menembus lapisan epidermal kulit. Suara frekuensi tinggi tersebut dibuat dengan menggunakan transducer piezoelectric. Setelah itu, pantulan energi tersebut ditangkap menggunakan alat yang sejenis. Pola pantulan ini dipergunakan untuk menyusun citra sidik jari yang dibaca. Dengan cara ini, tangan yang kotor tidak menjadi masalah. Demikian juga dengan permukaan scanner yang kotor tidak akan menghambat proses pembacaan.
3.  Kapasitans
Tehnik ini menggunakan cara pengukuran kapasitant untuk membentuk citra sidik jari. Scan area berfungsi sebagai lempeng kapasitor, dan kulit ujung jari berfungsi sebagai lempeng kapasitor lainnya. Karena adanya ridge (gundukan) dan valley (lembah) pada sidik jari, maka kapasitas dari kapasitor masing-masing orang akan berbeda. Kelemahan ini adalah adanya listrik statis pada tangan. Untuk menghilangkan listrik statis ini, tangan harus digrounding.
4.  Thermal
Tehnik ini menggunakan perbedaan suhu antara ridge (gundukan) dengan valley (lembah) sidik jari untuk mengetahui pola sidik jari. Cara yang dilakukan adalah dengan menggosokkan ujung jari (swap) ke scan area. Bila ujung jari hanya diletakkan saja, dalam waktu singkat, suhunya akan sama karena adanya proses keseimbangan.

Teknik penyimpanan pada mesin absen sidik jari.
Setelah proses registrasi atau pendaftaran sidik jari pada mesin absensi sidik jari,atau mesin sidik jari yang difungsikan untuk fungsi lain, maka citra atau pola sidik jari akan disimpan. Dalam proses penyimpanan citra atau pola sidik jari , terdapat beberapa teknik penyimpanan antara lain,
1.      Data sidik jari disimpan di dalam perangkat alat absensi sidik jari.
Cara ini disebut sabagai pendapat desentralisasi. Biasanya terjadi pada mesin sidik jari tipe standalone, yakni mesin sidik jari yang dalam pengoperasiannya bisa berjalan tanpa harus terhubung dengan komputer. Data akan tersimpan pada memori yang ada pada mesin.
Keuntungan metode ini adalah adanya kecepatan dalam proses pencocokan serta mesin absensi sidik jari bisa diletakan di tempat yang jauh dari computer. Kelemahannya dalah kapasitas yang terbatas sesuai dengan besar memori yang disediakan oleh mesin.
Saat ini sudah tersedia mesin absensi sidik jari yang mampu menampung sampai 5000 sidik jari atau lebih.
2.      Data sidik jari disimpan pada database di computer.
Cara ini disebut sebagai cara sentrilisasi. Biasanya digunakan pada alat sidik jari tipe online atau yang harus terhubung dengan computer. Data sidik jari yang harus diregistrasi akan langsung disimpan pada database yang ada pada harddisk computer.
Keuntungan cara ini adalah kapasitas penyimpanan yang sangat besar, sesuai dengan kapasitas harddisk komputer. Kelemahannya adalah proses identifikasi yang agak lambat dan wajib adanya computer dalam pengoperasiannya.
3.      Data sidik jari disimpan pada kartu pemilik.
Cara ini juga disebut sebagai desentralisasi. Data sidik jari akan disimpan pada kartu sang pemilik. Pertama kali sidik jari harus diregistrasikan ke mesin, kemudian data sidik jari tersebut akan ditulis oleh mesin sidik jari ke kartu tertentu, misalnya mifare card. Proses verifikasi dilakukan menggunakan kartu yang telah ada data sidik jari tersebut.
Dalam kondisi banyaknya sidik jari yang tersimpan, mka prose verifikasi akan memakan waktu yang lama. Untuk mengurangi waktu pencarian,maka tersedia beberapa cara mengurangi waktu verifikasi tersebut. Antara lain:
1.      Menggunakan metode one to one
Metode ini mengharuskan si pemilik atau karyawan mengetikan no.id terlebih dahulu baru kemudian meletakan sidik jarinya di alat absen sidik jari. Dengan cara ini, mesin absensi sidik jari akan hanya mengecek citra sidik jari milik no.id tersebut
2.      Mengelompokannya ke dalam grup.
Pengguna atau karyawan yang terdaftar pada alat atau mesin sidik jari dikelompokan berdasarkan kelompok-kelompok dengan cara ini mesin absensi sidik jari hanya akan mencari sidik jari yang ada dalm kelompok karyawan yang bersangkutan.
3.      Sidik jari dikelompokan ke dalam tipe sidik jari.
Dalam hal ini mesin absensi sidik jari akan mengelompokan sidik jari ke dalam kelompok menurut tipenya, yaitu whorl, right loop, arch, tented arch dll. Selain itu juga berdasarkan banyaknya ridge yang muncul dalam empat arah dari nol derajat, 45 derajat, 90 derajat dan 135 derajat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar