Absensi Sidik
Jari
Penggunaan teknologi di bidang absensi maupun sistem
keamanan semakin meningkat dewasa ini. Hal ini dikarenakan efisiensi,
efektifitas, dan skalabilitas teknologi jauh lebih tinggi dibanding sistem
manual. Salah satu teknologi absensi yang handal dan populer adalah sistem
absensi berbasis sidik jari (fingerprint). Sistem sidik jari lebih baik
dibanding sistem kartu, baik kartu yang lebih kuno (punch card) ataupun kartu
modern (proximity card). Sistem kartu lebih mudahdimanipulasi karena kartu yang
dipakai tidak benar-benar mewakili identitas pemiliknya. Kartu bisa dibawa oleh
siapa saja yang bukan pemiliknya.
Sedangkan sidik jari benar-benar dapat mewakili
pemiliknya karena melekat pada si pemilik dan sulit dimanipulasi. Seperti kita
ketahui, sidik jari telah menjadi tanda pengenal yang paling populer dan handal
dalam dunia keamanan selama puluhan tahun. Bahkan dibanding sistem pengenal
lain yang lebih kompleks, seperti retina mata, telapan tangan, atau sistem
pengenal suara (voice recognizing), sistem sidik jari tetap jauh lebih
ekonomis.
Sistem
pengenal retina memang lebih akurat untuk tujuan-tujuan khusus,namun biaya
implementasinya juga lebih besar. Disamping itu, dalam prakteknya sehari-hari
sistem retina tidak praktis. Dengan demikian, sistem sidik jari menjadi pilihan
yang paling tepat.
v Berikut
diuraikan manfaat dan keunggulan dari penggunaan sistem absensi
sidik
jari ini diantaranya:
(a)
Elegan, merupakan sistem absensi yang elegan dan praktis dibanding sistem
manual, yang meminimalkan peran manusia, sehingga menghindarkan human error.
(b)
Akurat, sidik jari adalah tanda pengenal yang akurat, yang telah digunakan
selama puluhan tahun. Sistem pengenal sidik jari memiliki akurasi yang tinggi
dibanding pengenal lainnya, misalnya telapak tangan (palm system), atau
pengenal suara (voice recognizing).
(c)
Securitas Tinggi, dibanding sistem kartu, baik yang kuno (punch card) dan yang
modern (proximity card), sistem sidik jari memiliki resiko paling kecil untuk
dimanipulasi. Hal ini karena sidik jari benar-benar mewakili identitas
pemiliknya. Sedangkan sistem kartu mudah dimanipulasi karena sifat kartu yang
bisa dibawa oleh orang yang tidak berhak.
(d)
Ekonomis, sistem sidik jari jauh lebih ekonomis dibanding sistem pengenal
lainnya seperti pengenal retina, telapak tangan, ataupun sistem pengenal suara.
(e)
Skalabilitas Tinggi, satu perangkat absensi ini memiliki penyimpan data
internal (built in) yang dapat menampung ribuan record (log transaksi) dan
penggguna(sidik jari). Dalam artian tanpa bantuan komputer, sistem itu sendiri
mampu menyimpan data yang lumayan besar. Selain itu, mesin absensi ini dapat
bersifat multi sistem, dimana beberapa mesin absensi dapat dipasang secara
bersamaan untuk menangani ruangan yang berbeda. Dengan demikian, kapasitasnya
akan semakin besar.
(f)
Terintegrasi dengan Sistem Perangkat Lunak, sistem absensi sidik jari memiliki
perangkat lunak bawaan (built in) yang berfungsi untuk mengatur koneksi
jaringan antara basis data dengan media penyimpan internal mesin, mengupload
data pengguna ke mesin absensi, mendownload data absensi dari mesin ke
komputer, mengolah data, dan mencetak laporan. Efektivitas Waktu, perubahan
pertama ketika perusahaan anda menggunakan absensi sidik jari. Karyawan atau
pengguna akan datang lebih tepat waktu beda dengan hari sebelum menggunakan
absensi sidik jari. Dalam penggunaan absensi lebih cepat dari pada amano,
barcode apalagi tanda tangan manual. Absensi sidik jari pada umumnya mempunyai
kecepatan pambacaan <= 0.5 detik. Absensi sidik jari mempunyai tingkat
akurasi yang tinggi. Dalam pendataan dapat terpusat dalam satu database. Dengan
mesin absensi sidik jari data dapat terpusat walau diluar kota tanpa menunggu
terlalu lama karena dalam pembuatan laporan kita tidak perlu repot merekap manual
satu persatu. Dengan faktor ini kita bisa meningkatkan produktifitas
berdasarkan kedisiplinan.
v Kekurangan
Absensi Sidik Jari
Sensor sidik jari tidak bisa mengenali jari yang
basah. Untuk karyawan yang tangannya sering berkeringat,akan sedikit kesulitan saat
absensi. Umumnya dengan membersihkan jari, sudah cukup mengatasi masalah ini.
Saat jari basah discan, maka bercak air akan menganggu pola sidik jari sehingga
tidak bisa dikenali pola sidik jari tersebut.
Tehnik pembacaan sidik jari
Scanning
sidik jari dilakukan dengan alat elektronik (dalam hal ini mesin absensi sidik
jari). Hasil scanning lalu disimpan dalam format digital pada saat registrasi
atau enrollment atau pendaftaran sidik jari. Setelah itu, rekaman sidik jari
tersebut diproses dan dibuatkan daftar pola fitur sidik jari yang unik. Pola
fitur sidik jari yang unik tersebut kemudian disimpan dalam memory atau
database. Pola sidik jari yang unik ini disebut dengan istilah minutiae. Pada
saat identifikasi, pola minutiae tersebut kemudian dicocokkan dengan hasil scan
sidik jari.
Alat absensi
sidik jari maupun sensor sidik jari yang digunakan untuk keperluan lain seperti
akses kontrol mempunyai beberapa tehnik pembacaan sidik jari. Tehnik pembacaan
sidik jari oleh mesin absensi sidik jari tersebut antara lain :
1. Optis
Dengan
tehnik ini, pola sidik jari direkam atau discan dengan menggunakan cahaya. Alat
perekam (fingerprint scanner) yang digunakan adalah berupa kamera digital.
Tempat untuk meletakkan ujung jari disebut permukaan sentuh (scan area). Di
bawah scan area, terdapat lampu atau pemancar cahaya yang menerangi permukaan
ujung jari. Hasil pantulan cahaya dari ujung jari ditangkap oleh alat penerima
yang selanjutnya menyimpan gambar sidik jari tersebut ke dalam memori.
Kelemahan
metode ini adalah hasil scanning sangat tergantung dari kualitas sidik jari.
Jika kualitas sidik jari miskin (poor) atau luka, maka kualitas hasil pembacaan
akan tidak bagus. Kelemahan lain adalah tehnik ini bisa diakali dengan jari
palsu. Tapi tehnik ini mempunyai keuntungan mudah dilakukan dan tidak
membutuhkan biaya yang mahal.
2.
Ultra Sonik
Tehnik ini
hamper sama dengan tehnik yang digunakan dalam dunia kedokteran. Dalam tehnik
ini, digunakan suara berfrekuensi sangat tinggi untuk menembus lapisan
epidermal kulit. Suara frekuensi tinggi tersebut dibuat dengan menggunakan
transducer piezoelectric. Setelah itu, pantulan energi tersebut ditangkap
menggunakan alat yang sejenis. Pola pantulan ini dipergunakan untuk menyusun
citra sidik jari yang dibaca. Dengan cara ini, tangan yang kotor tidak menjadi
masalah. Demikian juga dengan permukaan scanner yang kotor tidak akan
menghambat proses pembacaan.
3.
Kapasitans
Tehnik ini
menggunakan cara pengukuran kapasitant untuk membentuk citra sidik jari. Scan
area berfungsi sebagai lempeng kapasitor, dan kulit ujung jari berfungsi
sebagai lempeng kapasitor lainnya. Karena adanya ridge (gundukan) dan valley
(lembah) pada sidik jari, maka kapasitas dari kapasitor masing-masing orang
akan berbeda. Kelemahan ini adalah adanya listrik statis pada tangan. Untuk
menghilangkan listrik statis ini, tangan harus digrounding.
4.
Thermal
Tehnik ini
menggunakan perbedaan suhu antara ridge (gundukan) dengan valley (lembah) sidik
jari untuk mengetahui pola sidik jari. Cara yang dilakukan adalah dengan
menggosokkan ujung jari (swap) ke scan area. Bila ujung jari hanya diletakkan
saja, dalam waktu singkat, suhunya akan sama karena adanya proses keseimbangan.
Teknik penyimpanan pada mesin absen sidik jari.
Setelah
proses registrasi atau pendaftaran sidik jari pada mesin absensi sidik
jari,atau mesin sidik jari yang difungsikan untuk fungsi lain, maka citra atau
pola sidik jari akan disimpan. Dalam proses penyimpanan citra atau pola sidik
jari , terdapat beberapa teknik penyimpanan antara lain,
1. Data
sidik jari disimpan di dalam perangkat alat absensi sidik jari.
Cara ini
disebut sabagai pendapat desentralisasi. Biasanya terjadi pada mesin sidik jari
tipe standalone, yakni mesin sidik jari yang dalam pengoperasiannya bisa
berjalan tanpa harus terhubung dengan komputer. Data akan tersimpan pada memori
yang ada pada mesin.
Keuntungan
metode ini adalah adanya kecepatan dalam proses pencocokan serta mesin absensi
sidik jari bisa diletakan di tempat yang jauh dari computer. Kelemahannya dalah
kapasitas yang terbatas sesuai dengan besar memori yang disediakan oleh mesin.
Saat ini
sudah tersedia mesin absensi sidik jari yang mampu menampung sampai 5000 sidik
jari atau lebih.
2. Data
sidik jari disimpan pada database di computer.
Cara ini
disebut sebagai cara sentrilisasi. Biasanya digunakan pada alat sidik jari tipe
online atau yang harus terhubung dengan computer. Data sidik jari yang harus
diregistrasi akan langsung disimpan pada database yang ada pada harddisk
computer.
Keuntungan
cara ini adalah kapasitas penyimpanan yang sangat besar, sesuai dengan
kapasitas harddisk komputer. Kelemahannya adalah proses identifikasi yang agak
lambat dan wajib adanya computer dalam pengoperasiannya.
3. Data
sidik jari disimpan pada kartu pemilik.
Cara ini
juga disebut sebagai desentralisasi. Data sidik jari akan disimpan pada kartu
sang pemilik. Pertama kali sidik jari harus diregistrasikan ke mesin, kemudian
data sidik jari tersebut akan ditulis oleh mesin sidik jari ke kartu tertentu,
misalnya mifare card. Proses verifikasi dilakukan menggunakan kartu yang telah
ada data sidik jari tersebut.
Dalam
kondisi banyaknya sidik jari yang tersimpan, mka prose verifikasi akan memakan
waktu yang lama. Untuk mengurangi waktu pencarian,maka tersedia beberapa cara mengurangi
waktu verifikasi tersebut. Antara lain:
1. Menggunakan
metode one to one
Metode ini
mengharuskan si pemilik atau karyawan mengetikan no.id terlebih dahulu baru
kemudian meletakan sidik jarinya di alat absen sidik jari. Dengan cara ini,
mesin absensi sidik jari akan hanya mengecek citra sidik jari milik no.id
tersebut
2. Mengelompokannya
ke dalam grup.
Pengguna
atau karyawan yang terdaftar pada alat atau mesin sidik jari dikelompokan
berdasarkan kelompok-kelompok dengan cara ini mesin absensi sidik jari hanya
akan mencari sidik jari yang ada dalm kelompok karyawan yang bersangkutan.
3. Sidik
jari dikelompokan ke dalam tipe sidik jari.
Dalam hal
ini mesin absensi sidik jari akan mengelompokan sidik jari ke dalam kelompok
menurut tipenya, yaitu whorl, right loop, arch, tented arch dll. Selain itu
juga berdasarkan banyaknya ridge yang muncul dalam empat arah dari nol derajat,
45 derajat, 90 derajat dan 135 derajat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar