Penyadapan australia terhadap indonesia sangat memperihatinkan dan patut kita sesali, bobroknya keamanan negara kita. menjadi PR besar bagi kita semua untuk membenahi keamanan negara kita dari bidang apapun. penyadapan itu tidak akan bisa di lakukan jika keamanan kita baik dan tanpa perantara orang dalam atau orang yang menjual negaranya sendiri.
Sikap Presiden kita di katakan sangat lamban mengatasi permasalah ini, seakan-seakan kasus ini tidak begitu serius. terbukti kita kasus ini mencuat ke permuakaan publik, Pak SBY mengambil tindakan dengan mengirim surat ke PM Australia beberapa hari setelah kejadian tersebut. Kasus di usiknya Negara kita oleh Negara lain bukan kali ini saja, tentunya kita masih ingat betul dalam benak kita, ketika Malaysa mengusik kita dengan mengaku budaya kita, seperti batik,reog dsb.
Sikap Presiden kita di katakan sangat lamban mengatasi permasalah ini, seakan-seakan kasus ini tidak begitu serius. terbukti kita kasus ini mencuat ke permuakaan publik, Pak SBY mengambil tindakan dengan mengirim surat ke PM Australia beberapa hari setelah kejadian tersebut. Kasus di usiknya Negara kita oleh Negara lain bukan kali ini saja, tentunya kita masih ingat betul dalam benak kita, ketika Malaysa mengusik kita dengan mengaku budaya kita, seperti batik,reog dsb.
Kalau sikap Presiden kita "Pak SBY" tetap seperti itu maka, tidak menutup kemungkinan negara kita tercinta Indonesia Raya ini, akan selalu di usik oleh Negara tetangga.
Namun, saya acungkan jempol untuk para hecker indonesia yang memberi peringantan terhadap pemerintah australia dengan cara menyerang balik situs-situs pemerintahan australia. meskipun tidak itu seharusnya tidak perlu di lakukan karena akan memperkeruh keadaan.
Setelah PM Australia membalas surat Presiden kita (SBY), rakyat indonesia tentunya menunggu dan ingin tau apa isi surat dan tindakan Pak SBY terhadap Australia. Namun, sangat di sayangkan dalam kutipan wawancara di sebuah stasiun tv swasta Jubir Presiden mengatkan "Surat itu tidak akan di publikasikan" ini pertanyan besar bagi kami (Rakyat Indonesia) dan sangat mengecewakan karena sebagai warga negara yang cinta RI, pastinya ingin tahu dan mengikuti perkembangan Negara ini.
Namun, saya acungkan jempol untuk para hecker indonesia yang memberi peringantan terhadap pemerintah australia dengan cara menyerang balik situs-situs pemerintahan australia. meskipun tidak itu seharusnya tidak perlu di lakukan karena akan memperkeruh keadaan.
Setelah PM Australia membalas surat Presiden kita (SBY), rakyat indonesia tentunya menunggu dan ingin tau apa isi surat dan tindakan Pak SBY terhadap Australia. Namun, sangat di sayangkan dalam kutipan wawancara di sebuah stasiun tv swasta Jubir Presiden mengatkan "Surat itu tidak akan di publikasikan" ini pertanyan besar bagi kami (Rakyat Indonesia) dan sangat mengecewakan karena sebagai warga negara yang cinta RI, pastinya ingin tahu dan mengikuti perkembangan Negara ini.
NKRI Harga Mati.... !!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar