Aktivitas spionase Indonesia terhadap
Australia bukan hal baru. Hal itu diungkapkan oleh pengamat pertahanan
Australia Philip Dorling dalam analisisnya di harian Australia The Sydney Morning Herald, 18 November 2013.
“Australia telah memata-matai Jakarta
sejak lama. Kedutaan Australia di Jakarta adalah pos Badan Intelijen
Australia yang pertama di luar negeri. Pos itu didirikan pada tahun
1954, dan Australia selalu menempatkan Indonesia pada prioritas
utamanya,” kata Dorling.
Buku harian yang tak dipublikasikan
milik salah satu Duta Besar Australia untuk RI, Sir Walter Crocker,
menunjukkan bahwa Badan Intelijen Australia (Defence Signals Directorate) secara rutin memecah sandi rahasia diplomatik Indonesia sejak pertengahan tahun 1950.
Pada tahun 1960-an, Badan Intelijen
Inggris (GCHQ) bahkan membantu DSD “membongkar” mesin sandi rahasia
Hagelin buatan Swedia yang dipakai Kedutaan Indonesia di Canberra,
Australia.
Tahun 1970, fasilitas radio DSD di Shaol
Bay di luar Darwin, Australia, memantau komunikasi militer Indonesia.
Dari hasil penyadapan itu, Australia memperoleh peringatan dini mengenai
niat Indonesia menginvasi Timor Timur.
Tahun 1999, laporan rahasia DSD mengenai
Indonesia dan Timor Timur bocor. Laporan itu menunjukkan intelijen
Australia masih mempunyai akses luas terhadap komunikasi militer
Indonesia, bahkan rakyat sipil di negeri itu. Oleh sebab itu pembakaran
ibu kota Timor Timur, Dili, oleh tentara Indonesia pada September 1999
tidak lagi mengejutkan intelijen Australia.
Dorling mengatakan, setiap Perdana
Menteri Australia sejak Robert Menzies telah sepenuhnya diberitahu
mengetahui luas cakupan penetrasi DSD terhadap wilayah diplomatik
Indonesia, militer RI, serta komunikasi sipil di negeri itu yang terus
meningkat. Menzies menjabat sebagai PM Australia pada periode 1949-1966.
Hubungan Indonesia dan Australia berada
di masa keemasan saat Paul Keating menjadi Perdana Menteri Australia.
Keating mengambil langkah diplomatik jitu dengan mendekati langsung
Presiden Soeharto yang saat itu berkuasa. Dengan kedekatan personal
antara keduanya, Keating tahu betul arah pemikiran Soeharto atas
diplomasi regional RI.
Ada alasan lain kenapa PM Keating mampu
menjaga hubungan baik dengan Soeharto. Ia membagi informasi yang didapat
intelijen Australia mengenai Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad.
Ketika itu, DSD berhasil menyadap ruang kabinet Malaysia.
Aktivitas pengintaian yang dilakukan DSD
terhadap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, istrinya, dan sejumlah
pejabat tinggi RI, menurut Dorling dilakukan untuk memberikan gambaran
lebih jelas mengenai pandangan politik dan hubungan personal SBY. Semua
itu diperlukan oleh analis intelijen dan pembuat kebijakan Australia.
Operasi penyadapan yang dilakukan
Australia terhadap Indonesia dilakukan dari fasilitas rahasia mereka
yang berlokasi di Kedutaan Besar Australia di Jakarta, dan merupakan
bagian dari program intelijen ‘Lima Mata’ yang lebih luas dengan kode
‘STATEROOM.’ Kolaborasi intelijen ‘Lima Mata’ mencakup Amerika Serikat,
Inggris, Selandia Baru, Kanada, dan Australia.
Operasi intelijen itu disebut bertujuan
untuk mengumpulkan informasi mengenai ancaman teroris. Namun mantan agen
intelijen Australia mengatakan kepada media Australia, Fairfax, bahwa fokus penyadapan itu sesungguhnya menyasar data intelijen di bidang politik, diplomatik, dan ekonomi.
“Pertumbuhan pesat jaringan telepon
seluler adalah berkah besar, dan elite politik di Jakarta amat cerewet.
Mereka bahkan tetap mengoceh meski curiga disadap oleh intelijen mereka
sendiri,” kata mantan agen intelijen Australia itu.
Pada akhirnya meskipun terbongkarnya
spionase Australia terhadap Indonesia menyebabkan rasa malu yang teramat
besar bagi Negeri Kanguru, Dorling menyimpulkan Australia tak akan
berhenti melakukan aksi spionase.
Sementara itu, Perdana Menteri Australia
Tony Abbott menyatakan pemerintah manapun di dunia punya tugas utama
melindungi negaranya dan mengedepankan kepentingan nasional. “Setiap
pemerintah mengumpulkan informasi, dan mereka (Indonesia) pun tahu bahwa
pemerintah negara lain melakukan hal serupa,” ujar Abbott.
Sebagai perdana menteri, Abbott harus
memastikan keselamatan setiap warganya. “Itu sebabnya kami mengumpulkan
informasi intelijen,” ujarnya. Namun Abbott menjamin informasi yang
diperoleh Badan Intelijen Australia tak akan digunakan untuk hal buruk.
Apapun, Presiden SBY terlanjur murka.
“Tindakan (penyadapan oleh) Amerika Serikat dan Australia jelas telah
merusak kemitraan strategis dengan Indonesia sebagai sesama negara
penganut sistem demokrasi. Indonesia menuntut Australia memberikan
jawaban resmi yang dapat dipahami publik terkait isu penyadapan terhadap
Indonesia,” kata SBY. (eh)
Sumber : http://atjehlink.com/australia-memata-matai-indonesia-sejak-tahun-1954/
Sumber : http://atjehlink.com/australia-memata-matai-indonesia-sejak-tahun-1954/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar